120 Pemuda Papua Pegunungan Siap Cetak Sejarah di Dunia Pertukangan

PapuaTengahNews
6 Des 2025 15:41
2 menit membaca

Wamena, 6 Desember 2025 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memberangkatkan 120 peserta pelatihan kewirausahaan bidang pertukangan meubel kayu ke Balai Latihan Kerja (BLK) Jayapura. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua, khususnya dari wilayah pegunungan.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Pegunungan, Dr. Lukas W. Kosay, SE, M.Si, yang menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan disiplin, semangat, dan komitmen tinggi untuk meningkatkan keterampilan. Manfaatkan kesempatan ini untuk membuka usaha baru demi kesejahteraan keluarga dan daerah,” ujar Lukas Kosay saat melepas peserta.

Fokus pada Pemberdayaan Orang Asli Papua

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Pegunungan, Yacobus Yadlel Mabel, S.STP, M.Si, menjelaskan bahwa pelatihan ini dikhususkan bagi orang asli Papua (OAP) yang telah memiliki dasar keterampilan di bidang pertukangan.

“Sebagian besar peserta sudah memiliki bekal dasar pertukangan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka agar bisa membuka lapangan kerja sendiri di daerah masing-masing,” jelas Mabel.

Peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan. Setiap kabupaten diminta mengirimkan lima peserta, meski tidak semua memenuhi kuota tersebut. Proses rekrutmen telah dilakukan selama satu bulan terakhir melalui koordinasi dengan dinas tenaga kerja di masing-masing daerah.

Pelatihan Berkelanjutan

Pelatihan akan berlangsung selama satu minggu di BLK Jayapura. Mabel menambahkan bahwa saat ini fokus utama adalah peningkatan keterampilan, sementara dukungan modal usaha akan dipertimbangkan pada tahap selanjutnya, tergantung pada ketersediaan anggaran.

“Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan serupa yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pelatihan perbengkelan di Sorong, Papua Barat Daya, serta pelatihan komputer dan menjahit pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Yadlel Mabel.

Harapan Peserta

Sementara itu, Tius Gombo, salah satu peserta dari Kabupaten Jayawijaya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah provinsi atas kesempatan yang diberikan.

“Kami ingin mandiri dan membuka usaha sendiri di bidang pertukangan atau meubeler. Ilmu yang kami dapatkan akan kami bagikan kepada adik-adik kami agar mereka juga bisa berkembang,” ungkap Tius.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) John Tabo, SE, M.BA, Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, SE, MM, serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral atas dukungan penuh terhadap program ini.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi pelaku usaha mandiri yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x