
Wamena, 13 November 2025 — Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere mengingatkan para kepala kampung di wilayahnya untuk menjalankan amanah dengan jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan dana kampung. Pesan ini disampaikan saat menghadiri acara pengucapan syukur dua kepala kampung, masing-masing Kampung Piramid dan Kampung Yobimi, belum lama ini di Wamena, Kamis (13/11/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Ronny menekankan pentingnya koordinasi antara kepala kampung baru dan aparat kampung lama. Menurutnya, sinergi antarpengurus lama dan baru menjadi kunci keberhasilan pembangunan di tingkat kampung.
“Kami pemerintah daerah berharap kepala kampung yang baru terus berkomunikasi dengan kepala kampung dan aparat kampung yang lama. Koordinasi itu wajib. Kalau mereka tidak mau, tidak apa-apa, tapi hak dari kepala dan aparat kampung yang lama tetap wajib dibayar karena itu hak mereka,” tegas Wabup Ronny.
Ia juga menyoroti masih adanya kasus di beberapa distrik, termasuk Distrik Itlai Hisage, di mana kepala kampung baru enggan membayarkan hak aparat lama. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan.
“Saya sudah menegur salah satu kepala kampung dari distrik itu karena tidak mau membayar hak aparat lama. Ini harus jadi pelajaran bagi semua kepala kampung,” ujarnya.
Wakil Bupati meminta agar kepala kampung menjalin komunikasi yang baik dengan kepala distrik, serta memastikan pengurus lama dan baru bersatu untuk membangun kampung secara bersama-sama tanpa konflik.
“Jangan ada ketegangan seperti yang sempat terjadi antara kepala kampung lama dan baru. Kita semua harus kerja bersama, karena kita semua satu keluarga,” pesannya.
Selain itu, Wabup Ronny mengapresiasi kepala kampung yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, terutama dalam menyalurkan dana kampung kepada masyarakat penerima manfaat secara transparan. Ia menekankan agar praktik baik tersebut terus dipertahankan.
“Kalau dana kampung sebesar lima ratus juta, maka harus dibuka dan dibagikan sesuai peruntukannya. Uang itu bukan milik kepala kampung, tapi milik masyarakat. Jangan ada korupsi, karena yang korupsi pasti akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menoleransi penyalahgunaan dana kampung. Kepala kampung yang terbukti menyelewengkan dana dapat dicopot dari jabatannya, meskipun memiliki hubungan dekat dengan pimpinan daerah.
Acara pengucapan syukur itu sendiri digelar sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas berkat dan anugerah yang diberikan kepada kepala kampung yang baru dilantik.
Menutup sambutannya, Wabup Ronny juga berbagi kisah pribadi tentang perjalanan hidupnya sebagai putra asli Elagaima, yang dibesarkan di wilayah Piramid, dan kini memiliki istri dari daerah yang sama.
“Saya ini anak Elagaima, tapi saya besar dan tumbuh di Piramid. Istri saya juga orang Piramid. Jadi, saya tahu betul bagaimana masyarakat di sini hidup dan bekerja keras membangun kampungnya,” tuturnya dengan haru.
Acara tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat kampung, serta warga dari dua kampung yang melaksanakan syukuran.
Tidak ada komentar