
Wamena — Departemen Pemuda Baptis West Papua resmi menutup rangkaian perayaan HUT ke-20, Natal 2025, dan seminar yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Desember 2025.
Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Wenda, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama lima hari.
“Yang pertama, kami bersyukur karena cuaca sangat mendukung sehingga seluruh pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Wenda.
Ia menjelaskan bahwa setelah perayaan HUT ke-20 dan Natal, kegiatan dilanjutkan dengan seminar dan evaluasi pada hari pertama, kemudian Focus Group Discussion (FGD) pada hari kedua.
“Dalam FGD, kami membahas lima kebijakan strategis: pendidikan, kesehatan, ekonomi, hak asasi manusia, dan iman,” jelasnya.
Pada penutupan kegiatan, panitia juga membagikan buku berjudul Kita Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri, sebuah gagasan yang dikembangkan oleh Presiden Baptis, Dr. Socratez Sofyan Yoman.
“Buku ini menjadi fondasi pemikiran yang akan kami teruskan sebagai generasi penerus. Gagasan dan ide ini harus kami lanjutkan,” kata Akia.
Ia menegaskan bahwa tema besar kegiatan tahun ini, “Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri,” mengajak pemuda untuk memulai pembangunan dari potensi yang dimiliki sendiri.
“Kita tidak mengharapkan orang lain. Kita mulai dari apa yang ada pada kita—potensi yang Tuhan kasih, sumber daya alam, tanah, dan seluruh kekayaan yang Tuhan berikan. Kita gunakan itu untuk memuliakan nama Tuhan,” tegasnya.
Akia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan warisan leluhur dan nilai-nilai yang diturunkan para pionir gereja sejak berdirinya Gereja Baptis pada 15 Desember 1966 di Yanekme.
“Pemuda Baptis harus tetap berdiri kokoh di atas kakinya sendiri, menjaga warisan para leluhur dan pionir gereja,” ujarnya.
Penutupan kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran hampir 800 peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Sorong hingga Kuyawagi.
“Terima kasih untuk seluruh pemuda yang hadir. Ini menjadi catatan perjalanan sejarah Departemen Pemuda untuk 50 hingga 100 tahun ke depan,” tutup Akia Wenda.
Tidak ada komentar