Harga Melonjak, Ketua DPRK Minta Pedagang Tak Ambil Untung Berlebihan

PapuaTengahNews
18 Des 2025 17:10
2 menit membaca

KOBAKMA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mamberamo Tengah, Piter Togodly, S.IP meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga bahan pokok makanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar. Kenaikan harga dinilai cukup memberatkan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di tengah persiapan menyambut hari besar keagamaan.

“Pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan stok bahan pokok. Selain itu, operasi pasar dan koordinasi dengan distributor dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat. Karena itu, pemerintah daerah harus hadir memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau dan ketersediaannya aman,” ungkap Pieter kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Politisi Partai Nasdem dengan tegas meminta kepada pemerintah daerah yang menemukan para pelaku usaha yang nakal untuk ditindak tegas dengan mencabut izin usahanya. Hal itu harus dilakukan untuk memberikan efek jera sehingga para pedagang.

“Saya kira mengenai hal ini, kita berharap pemerintah daerah harus tegas, supaya ini jadi pelajaran baru, untuk menjaga semua harga bahan pokok makanan stabil di tahun-tahun yang akan datang di Kabupaten Mamberamo Tengah,” lugasnya.

Pieter mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara sepihak dan tetap mengedepankan rasa tanggung jawab sosial demi menjaga situasi ekonomi dan keamanan daerah tetap kondusif. Menurutnya para pedagang tidak boleh menjadikan momentum Natal menjadi ajang meraup keuntungan sebesar-besarnya.

“Kami meminta para pedagang agar tetap mengedepankan etika usaha dan tidak mengambil keuntungan berlebihan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat yang hendak merayakan Natal. Apabila kedapatan hati-hati, pasti akan kami minta untuk ditindak tegas,” pungkasnya.

 

Pieter menambahkan bahwa fungsi pengawasan terhadap rantai pasok harus diperketat, termasuk meningkatkan koordinasi lintas dinas terkait dan aparat keamanan. Dinas Prindakop juga diharapkan segera melakukan operasi pasar dan memastikan pasokan tersedia di seluruh daerah agar gejolak harga dapat dicegah sedini mungkin.

Tak itu saja, Pieter juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penimbunan atau permainan harga di tingkat distributor maupun pedagang kios.

“Momentum Natal dan Tahun Baru seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk merayakan dengan tenang, bukan justru dibebani kekhawatiran oleh lonjakan harga bahan pokok ” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x