
JAYAPURA-Kasus dugaan korupsi mega proyek pembangunan venue Aero Sport di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Proyek senilai Rp 79 miliar ini diduga merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 31,302 miliar. Keempat tersangka langsung dijebloskan ke sel tahanan Polda Papua selama 20 hari ke depan.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Nixon Mahuse, menjelaskan bahwa penahanan ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan intensif terkait pembangunan lapangan Aero Sport yang seharusnya rampung pada tahun 2021 lalu.
” Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaksanaan pembangunan tidak sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati”ungkapnya
Empat tersangka yang kini mendekam di balik jeruji besi adalah D-R-M: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika, S-Y: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Mimika,P-J-K: Penyedia Jasa Konstruksi proyek,R-K: Penyedia Jasa Konsultan Pengawasan.
Nixon Mahuse menegaskan bahwa kerugian negara sebesar Rp 31,302 miliar ini berdasarkan hasil audit dari lembaga yang berwenang. Angka fantastis ini menunjukkan betapa masifnya dugaan penyimpangan dalam proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.
” Kami tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini,” tegas Nixon.
Sebelum menetapkan keempat nama ini sebagai tersangka, Kejati Papua telah memeriksa 32 orang saksi untuk mengumpulkan bukti-bukti. Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.
penyelidikan masih terus berjalan dan kemungkinan akan menyeret pihak-pihak lain yang terlibat dalam lingkaran korupsi proyek Aero Sport Mimika
Tidak ada komentar