Konten Bernilai Ekonomi: OAP Didorong Jadi Kreator dan Jurnalis Profesional

PapuaTengahNews
13 Des 2025 00:03
2 menit membaca

Wamena, 12 November 2025 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Diskominfosatik) menginisiasi pelatihan bertajuk “Kreatif Digital dan Jurnalistik Dasar” yang ditujukan khusus bagi generasi muda Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini berlangsung di Grand Baliem Hotel dan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari konten kreator pemula serta calon jurnalis muda.

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Drs. Wasuok Demianus Siep, yang didampingi oleh Kepala Diskominfosatik, Nakasan Yikwa, SE. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan dari dua narasumber berpengalaman: Drs. Asmet S. Takalumang, mantan Kepala TVRI wilayah Papua Barat, Maluku, dan NTT, serta Hans Bisay, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua.

Dalam sambutannya, Drs. Wasuok Siep menekankan pentingnya peran jurnalis dan pembuat konten digital di era teknologi informasi yang terus berkembang. Menurutnya, kedua profesi ini menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan kreativitas generasi muda OAP agar mampu menghasilkan konten yang edukatif dan membangun.

“Profesi ini bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi anak-anak muda Papua Pegunungan,” ujar Wasuok. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka di bidang media dan komunikasi digital.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan, Lepianus Kogoya, S.Pt., MKP, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan membuat konten digital seperti berita, video, dan foto yang tidak hanya informatif tetapi juga bernilai ekonomi. Ia menyoroti minimnya jumlah jurnalis dan konten kreator OAP di wilayah Papua Pegunungan, sehingga pelatihan ini menjadi penting untuk mencetak talenta-talenta baru yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberdayakan generasi muda OAP di masa Otonomi Khusus. Kami ingin mereka mampu bersaing di era digital dengan karya-karya yang berkualitas dan bertanggung jawab,” jelas Kogoya, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media Diskominfosatik Papua Pegunungan.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi anak muda Papua Pegunungan untuk menjadikan dunia digital sebagai ladang kreativitas sekaligus sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x