
Wamena, 07 November 2025 – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Pegunungan menutup kegiatan koordinasi, sinkronisasi, dan pembinaan pelaksanaan rehabilitasi sosial dasar bagi anak terlantar di dalam panti, Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari dan diikuti oleh perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta lembaga penyelenggara layanan sosial.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial, Yanius Telenggen, SH, M.AP, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dan menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil diskusi dan rekomendasi yang telah dirumuskan selama kegiatan berlangsung.
“Kita telah berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memperdalam pemahaman terkait rehabilitasi sosial anak terlantar. Saya berharap hasil kegiatan ini tidak berhenti di forum, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan,” ujar Yanius.
Ia menekankan perlunya koordinasi lintas sektor, pembaruan data, peningkatan kapasitas SDM, serta jaminan pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman dan penuh kasih.
Telenggen juga mengingatkan bahwa masa depan anak-anak terlantar sangat bergantung pada peran aktif pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, anak-anak tersebut adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan diberi perhatian khusus.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkokoh komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Yanius Telenggen menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, narasumber, dan seluruh peserta atas dedikasi dan semangatnya dalam mengikuti kegiatan hingga selesai.
“Semoga segala upaya yang telah kita lakukan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.
Tidak ada komentar