
JAYAPURA-Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jayapura Bung Lalius Kabak ikut berkomentar berkaitan dengan video rekaman bapak wali kota Jayapura Abisai Rollo, SH, MH, yang berdurasi 40 detik di dalamnya terlihat menyudutkan masyakat pegunungan dengan kata-kata yang mengandung rasis dan diskriminatif.
Senin pada tanggal 16 Juni 2025 bertempat di GSG sian soor kantor walikota Jayapura dalam rangka expose 100 hari kerja bapak walikota dan wakil walikota kota Jayapura, di undang hadir forkopimda dan semua elemen pemanggu kepentingan di kota Jayapura.
Dalam rangka expose 100 hari kerja tersebut ada sebuah komentar yang di keluarkan oleh bapak ABR selaku wali kota Jayapura bahwa ” Karena yang biasa palang dan demo itu, saya pikir bukan orang Port Numbay, bukan orang Pante, ini orang-orang gunung ini”. berlanjut “yang buat segala macam persoalan di Kota ini bukan orang Port Numbay, yang demo di Kota ini kita kembalikan ke kampung masing-masing supaya jangan ada yang merusak kota ini, ucapnya”.
Pernyataan yang disampaikan bapak walikota Jayapura menjadi trading topik di semua elemen masyarakat, intelektual dan lembaga-lembaga kemasyarakatan secara khusus di kalangan masyarakat Papua pegunungan dan juga secara umum. Kemendagri sebagai pembina gubernur, walikota dan bupati pun ikut berkomentar.
Menyikapi pernyataan bapak ABR yang menjadi konsumen publik, Bung Lalius kabak ketua GMKI Cabang Jayapura yang juga sebagai tokoh pemuda dan milenial di kota Jayapura berasal dari suku Lapago mengimbau agar masyarakat lapogo dan Mepago tahan diri serta Jangan terprovokasi untuk memecahkan belah keutuhan dan persatuan kita sesama orang Papua.
“Saya melihat pola ini mudah di manfaatkan oleh pihak ketiga yang berkepentingan untuk menghacurkan kesatuan, persatuan dan kekeluargaan yang ada, bagi saya semua tokoh-tokoh terpenting refresentasi dari wilayah Papua pegunungan dan kemendakri juga sudah memberikan tanggapan itu artinya sudah ada pukulan telak secara moral terhadap bapak ABR selaku wali kota Jayapura,” Ujar lalius.
Bung Lalius kabak selaku tokoh mudah mengajak semua tokoh gereja, pemerintah masyarakat dan intelektual dari pegunungan mari kita menjadi penyangga untuk mensejukan persoalan ini agar tidak ada aduh dombah yang kemudian jatuh korban masyarakat yang tidak tahu apa-apa.
“Saya juga menuntut agar bapak Abisai Rollo, SH, MH selaku wali kota Jayapura harus secara terbuka dan transparan menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada masyarakat pegunungan sehingga tidak ada tarik ulur persoalan ini.,”Tambahnya
Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik sehingga jangan menghacurkan reputasi politik bapak BTM-CK dan MARI-YO.
Tidak ada komentar