
Wamena, 29 Desember 2025 — Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) sukses menggelar Perayaan Natal 2025 dengan penuh sukacita dan nuansa kekeluargaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Acara yang berlangsung pada Sabtu (27/12) ini mengusung tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), dengan subtema ajakan menghadirkan kasih Kristus sebagai kekuatan pemulihan dalam kehidupan keluarga.
Perayaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan istri, Ny. Anggieta Bestari Tabo, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan anggota keluarga besar IKB Jayawijaya.
Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Batak dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan. Ia menyoroti peran penting para guru, tenaga kesehatan, dan aparatur dari komunitas Batak yang telah hadir sejak awal pembangunan di wilayah pegunungan.
“Orang-orang Batak telah menjadi bagian dari perjalanan kami di Papua Pegunungan. Mereka mendidik, membimbing, dan memberi teladan. Nilai kekeluargaan dan etos pelayanan yang mereka tunjukkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujar Gubernur Tabo.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh warga yang lahir dan tinggal di Papua Pegunungan memiliki hak yang sama, tanpa memandang latar belakang suku. Menurutnya, semangat kebersamaan dan persaudaraan sejalan dengan makna Natal yang mengajarkan kasih bagi semua umat manusia.
Ketua IKB Jayawijaya, Gotlif Sihombing, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal tahun ini. Ia mengajak seluruh anggota IKB-J untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat iman, kebersamaan, dan komitmen dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kehadiran Bapak Gubernur di tengah kesibukan beliau adalah bentuk perhatian dan teladan kepemimpinan yang mengutamakan kebersamaan,” ujar Gotlif.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai kasih, kedisiplinan, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat, serta mewariskannya kepada generasi muda.
Ditempat yang sama, Penasehat Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya, B. Panggabean, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena keluarga besar Batak se-Komunitas Papua dapat kembali merayakan Natal bersama di Jayawijaya. Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur Papua Pegunungan John Tabo yang memenuhi undangan panitia, meskipun kesibukan pemerintahan cukup padat.
B. Panggabean menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan momentum untuk kembali mengingat makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia.
“Natal bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat untuk memperkuat persaudaraan, iman, dan komitmen hidup bersama dalam damai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal IKB-J 2025, Darlin Simanjuntak, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini dirancang secara matang oleh panitia yang dibentuk dalam rapat tahunan IKB-J. Selain ibadah yang dipimpin oleh Pastor Jumper Manik dari Gereja Katolik, acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba antar punguan marga, seperti voli putra, tenis meja, lomba trio putra, dan vokal grup wanita.
Penampilan paduan suara dari Koor Ama HKBP Shalom Wamena dan vocal group Ina dari Punguan Toga Sihombing turut menyemarakkan suasana. Hiburan puncak diisi oleh penampilan trio Simanjuntak Sitolu Sada dan artis ibukota, Senada Trio, yang diundang khusus oleh panitia.
Dalam semangat Natal, panitia juga menggalang donasi untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara. Kantong donasi diedarkan selama acara dan akan disalurkan kepada korban terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Total anggaran perayaan Natal IKB-J 2025 mencapai Rp281.900.000, yang bersumber dari kas organisasi, iuran wajib 27 punguan marga, serta dukungan sponsor dan donatur.
Perayaan Natal ditutup dengan doa bersama dan ucapan Selamat Natal serta Selamat Menyongsong Tahun Baru 2026. Semangat kekeluargaan dan persaudaraan diharapkan terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Papua Pegunungan.
Tidak ada komentar