
Jayapura – Kumpulan (Humpulan) Sauhur Simalungun Jayapura merayakan ulang tahun ke 42 dengan penuh sukacita dan rasa kebersamaan. Perayaan kali ini turut dihadiri anggota kumpulan, tokoh masyarakat Simalungun serta undangan dari berbagai etnis suku batak, Sabtu (8/11/2025).
Ulang tahun kali ini nengambil tema “Sapanggambei Manoktok Hitei” dan sub tema “Marhitei Ulang Tahun Sauhur Simalungun Ase Ipasada Hita Ahap, Pikiran Pakon Pambahenan Nalaho Pataridahhon Hagoluhan (Jatidiri) Ni Simalungun.
Ketua Kumpulan Sauhur Simalungun Jayapura, Arwin Purba menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi ini sejak berdiri lebih dari empat dekade lalu. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi dasar utama dalam setiap kegiatan.
“Kami tidak hanya berkumpul untuk menjaga tali persaudaraan sesama perantau Simalungun, tetapi ingin terus berkontribusi bagi pembangunan di Kota Jayapura dan Provinsi Papua secara umum,” ungkapnya disela-sela perayaan ulang tahun, Sabtu (8/11/2025).
Dalam momentum ulang tahun ini, lanjut Arwin, kumpulan ini juga menyerukan pentingnya memperkuat solidaritas lintas suku dan budaya di Papua. Ia berharap kumpulan ini Sauhur Simalungun dapat terus menjadi jembatan persaudaraan dan berperan dalam memperkuat harmoni antar warga.
“Kami berkomitmen budaya Simalungun menjadi jembatan mempererat persaudaraan, baik untuk sesama anggota, hingga masyarakat etnis lintas suku yang ada di Kota Jayapura. Kita percaya dengan berkolaborasi kita bisa terlibat dalam pembangunan di kota ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Penasehat Kumpulan Sauhur Simalungun, Kenan Sipayung berpesan untuk bekerja sama, sepikir dan sehati dalam mengembangkan organisasi ini. Semua anggota diharapkan untuk terlibat dalam mensukseskan seluruh program kerja tahunan yang telah dibuat pengurus.
“Mari kita bangga dengan suku Simalungun terlebih budayanya. Ayo kita tumbuhkan budaya Simalungun di tengah-tengah rumah kita dan dilingkungan tempat tinggal kita masing-masing. Karena kelebihan kita Simalungun, selalu berfikir dulu, baru berucap dan terakhir melakukan,” katanya.
Kenan Sipayung berharap kumpulan yang ada di tanah perantauan ini bisa berdampak bagi Kota Jayapura ini. Seluruh anggota dengan kemampuan masing-masing, harus memberikan manfaat dan berkontribusi bagi daerah ini.
“Kita harus berkontribusi aktif dalam pembangunan di Kota Jayapura ini, baik melalui ide, tenaga, maupun sumber daya lainnya, yang ada di masing-masing anggotaIni lah komitmen kita, sejak didirikan kumpulan (organisasi) ini,” lugasnya.
Sedangkan Tokoh Masyarakat Simalungun, Dr. Djaniko M. H. Girsang menyampaikan, usia 42 tahun tentu tidak muda lagi, melainkan puncak dari produktivitas manusia. Dengan ukuran produktivitas, tentunya organisasi ini harus berdampak besar bagi kumpulan maupun ditanah perantauan ini.
“Ada dua hal penting untuk organisasi, kita harus satu komando dan berbahasa satu. Dengan satu komando dan bahasa satu, pasti kita akan menuai keberhasilan,” ungkap Djaniko Girsang yang saat ini menjadi menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Papua.
Djaniko Girsang menitip pesan, agar organisasi ini terus dapat berkontribusi untuk pembangunan di Papua. “Saya mendengar Simalungun baik secara kemampuan individu maupun organisasi telah berkontribusi dengan baik bagi tanah ini, sehingga saya berpesan untuk meningkatkannya, dengan cara apa, dengan cara kita bersatu,” tuturnya.
Tidak ada komentar