Sinergi TNI-Polri: Strategi Keamanan Jayawijaya Tetap Terjaga

PapuaTengahNews
11 Jun 2025 06:32
3 menit membaca

Wamena, 11 Juni 2025-Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I.K. menegaskan bahwa situasi keamanan pasca-kontak tembak antara aparat gabungan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pugima, Distrik Walelagama, masih terkendali. Ia menyatakan bahwa meskipun ancaman tetap ada, kepolisian terus meningkatkan deteksi dini melalui pemantauan informasi dan aksi di lapangan guna mengantisipasi gangguan keamanan.

Menurut Kapolres, beberapa insiden dalam beberapa hari terakhir, termasuk kontak tembak dengan satuan tugas TNI, penembakan terhadap personel Polres Jayawijaya, serta penembakan terhadap tukang bangunan di Air Garam, menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan. Namun, ia memastikan bahwa upaya terus dilakukan guna menjaga stabilitas wilayah. “Semua langkah yang kami ambil bersama TNI bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, sehingga aktivitas sehari-hari warga dapat berlangsung normal,” ujar AKBP Anak Agung.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks, karena informasi yang tidak benar sering kali digunakan untuk menciptakan keresahan. “Di era digital, informasi menyebar dengan cepat, tetapi tidak semuanya benar. Jangan sampai kita terjebak dalam provokasi yang bertujuan memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan selektif dalam menerima berita, serta aktif dalam menjaga keamanan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian.

Sementara itu, Letkol Arh Reza Ch. A. Mamoribo, S.E., M.Han., Dandim 1702/Jayawijaya, menegaskan bahwa pihaknya terus melaksanakan patroli rutin dan razia jalan guna membatasi ruang gerak kelompok bersenjata yang berpotensi mengganggu keamanan. Ia memastikan bahwa razia hanya dilakukan di ruas jalan utama, bukan penggeledahan rumah warga.

Menanggapi isu yang beredar mengenai operasi TNI-Polri di permukiman warga, Dandim memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Jika ada berita yang mengatakan aparat masuk ke rumah-rumah, itu adalah hoaks. Razia dilakukan di jalan untuk membatasi ruang gerak pihak-pihak yang mengancam keamanan, bukan untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat,” tegasnya.

Letkol Pnb Kamto Adi Saputra, Danlanud Wamena, juga menegaskan bahwa TNI Angkatan Udara bertanggung jawab penuh atas pengamanan Bandara Wamena. Dalam situasi kontingensi atau kondisi darurat, pengamanan bandara akan langsung diambil alih oleh TNI AU untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan aman dan lancar.

Hingga saat ini, semua aktivitas penerbangan di Bandara Wamena tetap berjalan dengan baik berkat koordinasi antara TNI AU, Brimob Polda Papua, Polsek setempat, serta Kodim 1702/Jayawijaya. Danlanud menekankan bahwa Bandara Wamena merupakan nadi utama perekonomian masyarakat, sehingga pengamanan area bandara menjadi prioritas utama.

“Kami telah melakukan mitigasi dan antisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan dengan berkoordinasi bersama Kodim dan Polres. Pengamanan di area bandara dilakukan secara ketat, termasuk melarang drone atau balon udara yang berpotensi membahayakan penerbangan,” jelasnya.

Aparat keamanan menegaskan bahwa Jayawijaya tetap dalam kondisi aman dan terkendali, serta mengajak masyarakat tetap waspada terhadap hoaks dan berperan aktif dalam menjaga stabilitas wilayah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x