Tiga Pilar Kepemimpinan Jadi Fondasi IM-GJRP Wamena: Integritas, Karunia, dan Ketekunan

PapuaTengahNews
18 Jun 2025 12:08
2 menit membaca

Wamena, 18 Mei 2025 – Sebuah babak baru terbuka bagi mahasiswa Kristen di Papua Pegunungan dengan terbentuknya cabang Ikatan Mahasiswa Gereja Jemaat Reformasi Papua (IM-GJRP) di Wamena. Momentum ini bukan hanya mencerminkan pertumbuhan organisasi, tetapi juga menandai semangat pembinaan generasi muda Kristen yang berintegritas, berkarunia, dan tekun.

Dalam khotbah pelantikan, Pendeta Peres Nekwek, M.Th., menegaskan pentingnya tiga nilai utama: integritas, karunia, dan ketekunan sebagai fondasi kepemimpinan mahasiswa Kristen. Ketiga nilai ini dianggap menjadi kunci dalam menavigasi tantangan zaman dan membangun organisasi yang tahan uji.

Cabang IM-GJRP Wamena merupakan ekspansi signifikan sejak berdirinya organisasi ini di Jayapura pada 1994. Kehadirannya di Wamena—ibukota Provinsi Papua Pegunungan—mewakili mahasiswa dari delapan klasis dan lima kabupaten yang berasal dari wilayah pelayanan Gereja GJRP. Organisasi ini digadang-gadang akan menjadi wadah strategis dalam membentuk pemimpin masa depan di berbagai sektor.

Turut hadir dalam acara pembentukan cabang ini Ketua GMKI Kabupaten Jayawijaya, Ketua KNPI Kabupaten Yalimo, serta Ketua dan Sekretaris IM-GJRP Jayapura. Kehadiran para tokoh masyarakat seperti Frans Yare, Perius Togotli, dan Nahum Mabel juga menegaskan kuatnya dukungan terhadap lahirnya kepemimpinan muda yang berakar pada nilai-nilai kekristenan.

Salah satu komitmen tegas yang digaungkan oleh IM-GJRP Wamena adalah penolakan terhadap peredaran minuman beralkohol dan narkotika di Papua Pegunungan. Langkah ini menjadi bentuk nyata integritas moral dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Tak hanya itu, dalam forum pembentukan ini juga muncul wacana penting untuk membentuk forum alumni IM-GJRP, sebuah inisiatif yang diharapkan akan memperkuat jejaring dan pembinaan lintas generasi di masa mendatang.

Dengan semangat kolaboratif dan arah yang jelas, IM-GJRP Wamena diharapkan menjadi katalisator perubahan positif bagi mahasiswa, gereja, dan masyarakat Papua Pegunungan secara luas.

Facebook Comments Box

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x