
Wamena, 13 Januari 2026. Ketua Komite Eksekutif Papua yang berada di bawah dan bertanggungjawab ke Presiden, Velix Vernando Wanggai, menjelaskan kopi asal Papua Pegunungan telah terkenal ke belahan negara di mancanegara. Potensi kopi Pegunungan yang mendunia menjadi perhatian dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja di Wamena, Papua Pegunungan, pada 13 Januari 2026.
Seusai bermain bola dengan anak-anak SSB di Lapangan Pendidikan Wamena, Wakil Presiden menyempatkan waktu untuk menyapa Fengki Gombo Ketua Asosiasi Pegiat dan Petani Kopi Papua Pegunungan, yang membuka stan kopi Pegunungan di sisi halaman Lapangan Pendidikan Wamena. Wakil Presiden memuji kualitas kopi Pegunungan yang telah disiapkan barista dari anak-anak asli Pegunungan. “Kuat sekali aroma dan rasa dari kopi asli Papua Pegunungan dari ketinggian 1700 – 2500an mdpl.
Secara khusus, Velix Wanggai menjelaskan para pegiat kopi antara lain Frengki Gombo, Denni Yigibalom, Pieter Siburi, Deni Yikwa, menceritakan potensi kopi, sekaligus kesulitan yang dihadapi, antara lain, bibit kopi sesuai tanah Pegunungan, pola budidaya, keterbatasan produk kopi sesuai permintaan pasar yang tinggi, dan tingginya biaya logistik pengiriman kopi ke luar Wamena seperti ke lokasi Jakarta.
Selain itu, para pegiat kopi juga menyampaikan pentingnya kurator dalam menilai kualitas produk kopi asal Papua Pegunungan untuk melepas ke pasar internasional. Peran kurator kopi ini untuk memberikan asistensi kepada petani dan produk kopi untuk budidaya dan pasca panen serta branding kopi Papua Pehunungan, jelas Velix Wanggai.
Merespon hal ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan Pemerintah akan memberikan atensi ekosistem pengembangan kopi Papua Pegunungan dari hulu ke hilir. Beberapa lintas Kementerian/Lembaga akan ikutserta dari setiap tahapan, yang akan dikoordinasikan oleh Komite Eksekutif Papua.
Terkait hal ini, Velix Wanggai menjelaskan saat Rapat Koordinasi Papua yang dipimpin Presiden di Istana Negara, 16 Desember 2025, telah dibahas pengembangan komoditas dan produk unggulan di Papua yang memiliki nilai ekspor seperti kopi dan coklat, seperti Kementerian Pertanian yang telah mengalokasikan pendanaan untuk pengembangan kopi dan coklat asal Papua.
Dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua 2025 – 2029, ditugaskan ke beberapa lintas Kementerian untuk merancang intervensi ke pengembangan kopi Papua, baik Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Koperasi, Kementerian Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.
Untuk hal ini, Komite Eksekutif Papua sedang intens melakukan sinkronisasi dengan para pihak di Kementerian, serta para pihak lainnya baik dari kampus, offtaker, maupun pihak Bank Indonesia, yang selama ini melakukan pembinaan dan pengembangan kopi asal Papua, urai Velix Wanggai.
Lebih lanjut, langkah-langkah pengembangan kopi Papua Pegunungan ini menjadi penting karena permintaan pasar yang tinggi dari luar negeri, sehingga menjadi daya dorong ekonomi lokal dan pembukaan lapangan kerja di anak-anak muda Papua Pegunungan.
Tidak ada komentar