11 Dokter Spesialis Hadir Untuk Melayani Masyarakat Provinsi Papua Tengah

PapuaTengahNews
6 Jun 2024 13:59
3 menit membaca

PAPUATENGAHNEWS.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berupaya  berbenah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal ini terbukti dari program Kartu Ostsus Sehat (Ko Sehat), 11 dokter spesialis terbaik di tanah Papua dihadirkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Nabire.

Adapun 11 dokter spesialis yang akan memperkuat pelayanan kesehatan di RSUD Nabire antara lain dokter spesialis bedah kepala leher, spesialis kulit kelamin, spesialis bedah anak, spesialis urulogi, spesialis tulang belakang, spesialis bedah mulut, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis bedah onkologi, spesialis bedah sarah, spesialis jiwa dan spesialis digestif.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang besar kepada 11 dokter spesialis yang mau hadir dan memberikan kualitas pelayanan kesehatan di daerah otonomi baru (DOB) Papua Tengah.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule menerima 11 Dokter Spesialis yang bakal mengabdi di Provinsi Papua Tengah.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule menerima 11 Dokter Spesialis yang bakal mengabdi di Provinsi Papua Tengah.

“Kami sangat senang dan mengapresiasi, karena dokter-dokter terbaik di Tanah Papua mau ikut membantu kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” jelasnya usai bertemu para dokter di ruang kerjanya, Kamis (6/6/2026).

Dalam pertemuannya dengan para dokter, Ribka Haluk menceritakan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan pembangunan rumah sakit tipe B di Nabire Ibukota Provinsi Papua Tengah. Rumah sakit itu ditargetkan bisa beroperasi pada Tahun 2026.

“Saat ini kami tengah menyiapkan master plan pembangunan rumah sakit tipe B, lalu berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan. Harapannya tahun depan pembangunan rumah sakit bisa dikerjakan, dengan target Tahun 2026 rumah sakit bisa beroperasi,” ungkapnya.

Selain itu Ribka Haluk juga mengaku, upaya pemerintah daerah pada tahun ini adalah untuk menurunkan angka stunting 14 persen, serta melakukan gerakan psoyandu kepada seluruh anak 0-7 tahun.

“Tadi banyak hal yang kita bicarakan, termasuk program-program kesehatan unggulan yang sedang berjalan. Kami berharap para dokter ini bisa memberikan masukkan dan perbaikan kualitas kesehatan di Papua Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule menjelaskan kehadiran 11 dokter spesialis ini guna memperkuat program Kartu Ko Sehat yang diluncurkan oleh Penjabat Gubernur.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule menerima 11 Dokter Spesialis yang bakal mengabdi di Provinsi Papua Tengah.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule menerima 11 Dokter Spesialis yang bakal mengabdi di Provinsi Papua Tengah.

“Program Ko Sehat ini adalah program jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat asli Papua yang ber KTP Papua Tengah. Namun dalam perjalanannya program ini mendapat kendala, yakni minimnya dokter spesialis yang ada di Nabire, sehingga pada tahun kemarin kita lebih banyak merujuk para pasien ke Kota Jayapura dan Jakarta,” katanya.

Dengan kehadiran para dokter ini, lanjut Sumule, para pasien yang bisa di obati di Nabire tidak perlu lagi di rujuk ke luar daerah karena Papua Tengah telah ada dokter spesialis yang juga merupakan masukan dari Kemendagri.

“Dokter ini sudah memberikan pelayanan kesehatan dari awal Tahun 2024 ini. Hanya tadi mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan Pj Gubernur. Tadi Pj Gubernur berharap agar para dokter ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan tanpa harus merujuk para pasien keluar Nabire,” pungkasnya. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x