
Nduga, 4 Desember 2024 — Pemerintah Kabupaten Nduga secara resmi menutup Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) banjir bandang yang melanda Distrik Dal dan Distrik Meberok. Penutupan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP, dalam sebuah upacara yang berlangsung di lokasi posko utama.
Banjir bandang yang terjadi beberapa pekan lalu telah menelan korban jiwa sebanyak 23 orang. Dalam arahannya, Bupati Yoas Beon menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak saling menyalahkan.
“Peristiwa ini adalah musibah murni. Tidak ada satu pun yang menginginkannya. Mari kita serahkan semuanya kepada Tuhan,” ujar Bupati Yoas dengan nada haru.
Selama 18 hari pencarian, tim gabungan berhasil menemukan dan mengkremasi 16 jenazah — 15 di antaranya berasal dari Distrik Dal dan 1 dari Distrik Meberok. Namun, 7 warga dari Distrik Meberok masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga hari ini.
Bupati Yoas juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya maksimal dalam proses evakuasi dan penanganan bencana ini. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk kementerian terkait, mahasiswa, lembaga gereja, serta berbagai LSM yang turut serta dalam proses penanganan bencana.
“Kami sangat berterima kasih atas solidaritas dan bantuan dari semua pihak. Tanpa dukungan tersebut, penanganan bencana ini tidak akan berjalan sebaik ini,” tambahnya.
Dengan penutupan posko ini, Pemerintah Kabupaten Nduga menyatakan bahwa penanganan darurat KLB banjir bandang telah selesai. Namun, Bupati Yoas menegaskan bahwa proses pemulihan dan pembangunan kembali akan terus dilanjutkan demi memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak.
Tidak ada komentar