
Wamena, 19 November 2025 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UMKM dan Perindag) memastikan akan membangun Galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun 2026. Galeri ini dirancang sebagai pusat promosi dan pemasaran produk-produk lokal dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
Pelaksana Tugas Kepala Diskop UMKM dan Perindag, Alpius Yigibalom, menyampaikan bahwa pembangunan galeri UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penguatan sektor usaha kecil.
“Galeri ini akan menampung berbagai produk unggulan masyarakat seperti kopi, kerajinan tangan, buah merah, dan lainnya. Tujuannya agar produk lokal bisa dikenal luas dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Alpius.
Alpius menekankan bahwa keberhasilan galeri UMKM sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mendorong warga di delapan kabupaten untuk aktif memproduksi dan mengolah hasil pertanian dan perkebunan agar bisa dipasarkan melalui galeri tersebut.
“Kami minta masyarakat kembali ke kampung, manfaatkan lahan kosong, dan mulai menanam. Kopi, misalnya, punya nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Galeri UMKM nantinya akan terintegrasi dengan koperasi desa atau Kopdes Merah Putih yang tersebar di seluruh Papua Pegunungan. Kopdes akan menjadi mitra utama dalam membeli hasil pertanian warga dan mengolahnya menjadi produk industri rumahan yang layak jual.
Produk-produk tersebut akan dikurasi dan dipasarkan melalui galeri UMKM yang dikelola langsung oleh pemerintah provinsi melalui OPD terkait. Dengan sistem ini, Alpius optimistis perputaran uang akan terjadi di kampung-kampung dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Jika ini berjalan, maka yakinlah masyarakat akan sejahtera karena uang berputar di kampung,” tutup Alpius.
Pembangunan galeri UMKM ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah dan kearifan lokal masyarakat Papua Pegunungan.
Tidak ada komentar