
Biak Numfor — Kehangatan pagi di Hanggar Lanud Manuhua Biak terasa istimewa pada Senin, 14 Juli 2025, ketika Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, mendarat bersama rombongan. Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, menandai dimulainya Rakortek Pengendalian Inflasi Antar Wilayah yang digelar selama tiga hari penuh, 15–17 Juli.
Rombongan gubernur yang berjumlah 30 orang terdiri dari para kepala OPD dan ASN, serta didampingi jajaran penting seperti Komandan Lanud Manuhua Marsma TNI Heri Kris Drihandaka, Pangkoopsud III, hingga tokoh militer dan pemerintah daerah lainnya.
Dalam pernyataannya, Tabo menegaskan komitmen Papua Pegunungan untuk menjaga stabilitas harga melalui kerja sama lintas wilayah. “Kami akan kirim komoditas pangan dari delapan kabupaten ke Biak, dan sebagai gantinya menerima produk unggulan Biak seperti hasil perikanannya,” ujarnya.
Rakortek ini menjadi forum strategis yang membahas skema pertukaran komoditas berbasis barter —solusi inovatif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Produk pertanian segar dari dataran tinggi Papua akan terintegrasi dengan sumber daya perikanan dan komoditas unggulan Biak, menghadirkan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
Bupati Biak Numfor menambahkan bahwa pertemuan ini lebih dari sekadar agenda formal. “Ini adalah bukti keseriusan dua daerah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” ucap Markus.
Puncak Rakortek akan ditandai dengan peluncuran perdana kargo komoditas pada 17 Juli, sekaligus memperingati HUT ke-107 Pemerintahan Biak Numfor. Dukungan regional pun semakin terasa lewat kehadiran para bupati dari Kepulauan Yapen, Waropen, dan Supiori.
Tidak ada komentar