Konflik Suku di Lembah Baliem: Wagub Minta Pendekatan Humanis dari OPD

PapuaTengahNews
28 Jul 2025 00:07
2 menit membaca

Wamena, 28 Juli 2029 — Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (28/7). Dalam arahannya, Pahabol menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya terkait konflik antar suku yang terjadi di Wamena.

“Perang suku yang terjadi bukan melibatkan seluruh suku di Lembah Baliem, tetapi antara Suku Lanny dan Suku Wamena (Minimo),” tegas Pahabol di hadapan para ASN dan pejabat daerah. Ia menekankan bahwa konflik tersebut bukan sekadar perselisihan biasa, melainkan telah mengarah pada tindakan pembunuhan yang sangat mengganggu ketenangan masyarakat.

Pahabol meminta seluruh pejabat daerah, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat yang bertikai. Menurutnya, pendekatan humanis dan dialog terbuka sangat diperlukan agar konflik tidak terus berlanjut.

“Bupati harus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi. Kita harus padamkan ini agar tidak menyebar. Kematian adalah hak Tuhan, jangan diambil alih oleh manusia,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan bahwa Papua Pegunungan adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat dan aparatur pemerintahan. Oleh karena itu, ketenangan dan rasa aman harus menjadi prioritas utama.

Dalam kesempatan tersebut, Pahabol mengajak semua pihak—baik tokoh adat, tokoh agama, maupun elemen masyarakat—untuk berperan aktif dalam menciptakan kondisi yang kondusif. Ia menegaskan bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat.

“Ini menyangkut ketenangan. Semua orang ada dan bekerja di sini, sehingga kita semua membutuhkan suasana yang damai,” tutupnya.

Apel pagi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua Pegunungan, sekaligus menegaskan bahwa konflik bukanlah jalan keluar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x