Longsor Besar Guncang Sarawandori Satu, Dua Rumah Hancur, Akses Terputus

PapuaTengahNews
27 Agu 2025 03:02
2 menit membaca

Serui, Kepulauan Yapen — Pagi yang tenang di Kampung Sarawandori Satu, Distrik Kosiwo, berubah menjadi kepanikan saat tanah longsor menerjang dua titik pemukiman warga, Selasa (26/08/2025) pukul 06.30 WIT. Meski tak ada korban jiwa, bencana ini meninggalkan luka mendalam: dua rumah rusak berat, tiga lainnya mengalami kerusakan sedang, dan akses jalan lumpuh total.

Longsor yang melanda RT 1 dan RT 2 disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah kampung tersebut. Warga hanya bisa bersyukur karena kejadian berlangsung pagi hari, saat semua penghuni rumah masih terjaga.

“Kami sangat bersyukur karena semua keluarga selamat. Kejadian ini sangat mendadak, tapi kami bersyukur karena semua selamat,” ujar Obaja, salah satu warga yang rumahnya terdampak.

Namun, di balik rasa syukur, tersimpan harapan besar. Masyarakat meminta bantuan dari pemerintah daerah dan provinsi, terutama alat berat untuk membersihkan timbunan longsor berupa karang dan batu yang memutus jalur vital antara Kampung Sarawandori Satu dan Dua.

“Kampung kami juga merupakan tujuan wisata. Jika akses terputus, tentu akan berdampak pada perekonomian warga,” ungkap tokoh masyarakat Pdt. Lukas Takanyuai.

Pemerintah daerah telah merespons cepat dengan mengirim dua unit alat berat ke lokasi. Namun, tantangan belum selesai. Jaringan listrik PLN di Sarawandori Satu dan Dua juga terputus akibat longsor, menambah beban warga yang kini hidup dalam gelap dan keterbatasan.

Kini, masyarakat Sarawandori menanti uluran tangan lebih lanjut. Bukan hanya untuk membangun kembali rumah mereka, tapi juga untuk memulihkan harapan yang sempat terkubur bersama batu-batu longsor.

Facebook Comments Box

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x