
Wamena, 04 Desember 2025 — Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, memastikan bahwa sisa pengaspalan jalan sepanjang 50 kilometer pada ruas Jayapura–Elelim akan rampung pada tahun 2026. Hal ini disampaikan berdasarkan laporan resmi dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Satuan Kerja (Satker) Jayawijaya, yang menyebutkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Republik Indonesia.
“Ini bukan lagi perkiraan, tapi sudah menjadi kepastian. Tahun depan, sisa pengaspalan 50 kilometer akan selesai. Dengan begitu, konektivitas darat dari Jayapura ke Elelim akan lancar,” ujar Gubernur Tabo.
Ia menambahkan, kelancaran akses darat ini akan berdampak langsung pada stabilisasi harga barang di wilayah pegunungan yang selama ini mengalami inflasi tinggi akibat keterbatasan akses logistik.
“Saya lihat sejak September, Oktober, hingga November ini, harga-harga di pasar mulai stabil, terutama sayur-mayur. Ini berkat perhatian luar biasa dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri yang terus mengontrol kondisi di daerah,” tambahnya.
Asisten Satker Jayawijaya, Budi Ariyanto, menjelaskan bahwa proyek pengaspalan jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena masih berjalan sesuai target. Pekerjaan utama saat ini berada pada segmen tengah sepanjang 50 kilometer yang masuk dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Tahun 2025 kita fokus pada pengerasan dan pengaspalan. Targetnya, seluruh ruas selesai pada 2026,” jelas Budi.
Ia merinci bahwa dari arah Jayapura, jalan sudah teraspal hingga Kampung Tuja, sementara dari arah Wamena sudah terhubung hingga Elelim. Titik yang belum teraspal berada di tengah-tengah dan akan terus dikerjakan hingga akhir kontrak multi-years pada 2025, lalu dilanjutkan kembali pada 2026.
Sementara itu, untuk ruas Usilimo–Karubaga di Kabupaten Tolikara, pekerjaan pengaspalan telah rampung. Pemeliharaan jalan kini menjadi tanggung jawab Satker Jayawijaya. Adapun ruas Karubaga–Puncak Jaya kini berada di bawah kewenangan Balai Papua Tengah yang berkantor di Nabire.
Sementara itu, Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Ilham Datu Ramang, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaran proyek strategis nasional ini melalui pengamanan terpadu.
“Kami akan memberdayakan satuan teritorial di sepanjang ruas jalan Wamena–Jayapura, serta bekerja sama dengan Satgas yang ada di wilayah Kodim 1702,” tegasnya.
Ia menambahkan, penempatan Satgas akan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Jika wilayah dapat dijangkau oleh Koramil, maka pengamanan akan dilakukan oleh Koramil. Namun, untuk wilayah rawan atau sulit dijangkau, Satgas akan dikerahkan secara khusus.
Penyelesaian proyek jalan Trans Papua ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan, pembangunan infrastruktur di Papua Pegunungan diharapkan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tidak ada komentar