
WAMENA, Selasa 5 Agustus 2025 — Pemerintah Kabupaten Nduga menunjukkan komitmennya pada program 100 hari kerja dengan langkah nyata: penyaluran bantuan beras kepada masyarakat pengungsi asal Nduga yang tersebar di sejumlah titik di Wamena. Program ini dilaksanakan melalui Dinas Sosial Nduga, hasil kolaborasi strategis dengan Bulog Wamena.
Plt. Kepala Dinas Sosial, Yorim Murib, S.Pd., hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati untuk langsung memimpin proses distribusi. “Ini adalah bukti nyata kepedulian Pemerintah Daerah terhadap kondisi masyarakat kami. Mekanisme pendistribusian akan kami atur secara berkala, sehingga stok tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Nduga mengajukan permintaan sebanyak 100 ton beras untuk satu tahun. Angka yang cukup besar, namun sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang masih hidup dalam pengungsian.
Wakil Bupati Nduga, Yoas Beon, menegaskan bahwa kerja sama ini akan berlanjut selama masa kepemimpinan mereka. “Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Bulog demi menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat kami yang mengungsi,” katanya.
Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang selama ini mengalami keterbatasan akses pangan. Pemerintah berharap distribusi ini tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi awal dari pemulihan kehidupan masyarakat Nduga.
Tidak ada komentar