Penahbisan Gereja KIBAID Wamena: Bukti Iman dan Kerja Keras Jemaat

PapuaTengahNews
16 Feb 2026 16:03
3 menit membaca

Wamena, 16 Februari 2026 – Gedung Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) Jemaat Wamena resmi ditahbiskan dalam sebuah ibadah syukur yang berlangsung khidmat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (16/2/2026).

Acara penahbisan dihadiri oleh Bupati Jayawijaya Atheninus Murib, Ketua PKK Jayawijaya dr. Idawati Waromi, Danyonif 756/Wimane Sili Letkol Inf. Yoel Sry Liga, Ketua Badan Pengurus Majelis Sinode Gereja KIBAID Pendeta Yulianus Tandirerung, para pengurus dan anggota Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya, hamba Tuhan, ketua paguyuban, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Rangkaian acara diawali dengan doa pembukaan, pembacaan sejarah singkat pembangunan gereja, pembukaan selubung papan nama, penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, pembukaan pintu gereja, doa penahbisan, serta penyerahan kunci gereja kepada gembala jemaat. Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh pendeta.

Dalam sambutannya, Bupati Atheninus Murib menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jemaat atas kerja keras yang telah membuahkan berdirinya gedung gereja yang megah sebagai salah satu ikon rumah ibadah di Wamena.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia yang telah berupaya sehingga gedung gereja ini berdiri megah,” ujar Bupati Jayawijaya Athenius Murib.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh toleransi antarumat beragama di Jayawijaya. Menurutnya, negara menjamin kebebasan setiap agama yang diakui untuk membangun rumah ibadah.

Namun demikian, ia juga menyampaikan keterbatasan kemampuan anggaran daerah dalam membantu seluruh proposal pembangunan gereja yang diajukan. Oleh karena itu, dirinya memutuskan untuk tidak lagi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja baru pada tahun ini, mengingat banyaknya proposal yang belum dapat terakomodasi.

“Kami tetap mendukung, tetapi kemampuan APBD sangat terbatas. Yang bisa kami bantu, pasti kami bantu sesuai kemampuan,” tegasnya.

Bupati berharap kehadiran gedung gereja yang baru dapat menumbuhkan semangat pelayanan, memperkuat iman jemaat, serta menciptakan suasana yang aman, damai, nyaman, dan indah di Kota Wamena.

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan antara gereja dan pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Majelis Sinode KIBAID, Pendeta Yulianus Tandirerung, mengapresiasi jemaat Wamena yang mampu menyelesaikan pembangunan gereja dalam waktu relatif singkat.

Ia mengingat kembali peletakan batu pertama pada 19 Juni 2024, saat panitia menyatakan pembangunan dimulai dengan iman meski tanpa anggaran dan gambar perencanaan yang memadai.

“Hari ini Tuhan membuktikan bahwa iman kepada-Nya sangat besar kuasanya. Doa yang dipanjatkan dengan iman juga sangat besar khasiatnya,” ujarnya.

Ia mengajak gereja untuk terus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam membangun Wamena dan Papua. Menurutnya, gereja memiliki panggilan untuk menghadirkan kesejahteraan dan kasih Kristus di tengah masyarakat.

“Usahakanlah kesejahteraan kota, karena kesejahteraannya adalah kesejahteraan kamu juga,” pesannya, seraya mendorong jemaat untuk terus menyatakan kasih Kristus di manapun berada.

Ketua Panitia Pembangunan, Gotlief Sihombing, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam seluruh proses pembangunan hingga penahbisan gedung gereja.

Panitia pembangunan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengurus Majelis Jemaat Wamena Nomor 02/SK-PP/BPM/GK-JW/II/2024 tertanggal 25 Februari 2024. Sementara panitia penahbisan dibentuk melalui SK Nomor 03/SK-PP/BPM/GK-JW/X/2025 tertanggal 26 Oktober 2025.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 19 Juni 2024 oleh Pendeta Yulianus Tandirerung. Proses pembangunan berlangsung hingga 31 Oktober 2025, dengan durasi sekitar 1 tahun 4 bulan. Ibadah perdana di gedung baru dilaksanakan pada akhir November 2025, sebelum akhirnya ditahbiskan secara resmi pada 16 Februari 2026.

Berdasarkan laporan panitia, total dana yang berhasil dihimpun melalui berbagai sumber mencapai Rp2.345.198.000. Dana tersebut berasal dari Kotak Pembangunan sebesar Rp30.279.000, kas gereja Rp100.000.000, sumbangan PKP Rp10.000.000, PKW Rp5.000.000, PKM Rp5.000.000, serta target pembangunan jemaat sebesar Rp94.000.000, selain dukungan dari jemaat KIBAID se-Indonesia dan para donatur.

Panitia menegaskan bahwa seluruh rangkaian pembangunan dan penahbisan ini merupakan bagian dari panggilan pelayanan gereja demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan persekutuan jemaat.

Dengan diresmikannya gedung gereja tersebut, diharapkan pelayanan KIBAID Jemaat Wamena semakin berkembang dan menjadi berkat bagi masyarakat di Kabupaten Jayawijaya serta Provinsi Papua Pegunungan.

Facebook Comments Box

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x