
Jayapura, 28 Agustus 2025 — Di bawah langit pagi yang cerah, halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Waena dipenuhi tenda-tenda warna-warni dan suara riang anak-anak. Hari itu, menjadi awal dari sebuah kegiatan yang bukan hanya sekadar perkemahan, tetapi juga tonggak penting dalam pendidikan inklusif di Papua. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST., M.Si, hadir langsung untuk membuka kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam bentuk perkemahan Rabu-Kamis-Jumat, yang dikenal dengan nama PerkeRakaju.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk melibatkan siswa berkebutuhan khusus dalam suasana yang penuh semangat, kebersamaan, dan pembelajaran karakter. Dengan mengusung semangat inklusivitas, PerkeRakaju menjadi ruang aman dan inspiratif bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka, belajar mandiri, dan merasakan kebahagiaan dalam kebersamaan.
Dalam sambutannya, Christian Sohilait menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan di Papua.
“Pramuka adalah wadah pembentukan karakter. Di sini, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air. SLB Pembina Waena menunjukkan bahwa semangat itu tidak mengenal batas,” ujar Sohilait, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan guru pendamping.
Lebih lanjut Sohilait menambahkan kegiatan bukan sekadar kegiatan rutin, PerkeRakaju menjadi simbol bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Para guru dan pembina Pramuka telah menyiapkan berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta, mulai dari latihan baris-berbaris, permainan edukatif yang melatih konsentrasi dan kerja sama, hingga sesi motivasi yang membangkitkan rasa percaya diri.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dan diharapkan menjadi model bagi sekolah lain di Papua untuk mengadopsi pendekatan inklusif dalam kegiatan ekstrakurikuler. SLB Pembina Waena, dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, telah membuktikan bahwa ketika ruang dan kesempatan diberikan, anak-anak mampu melampaui batas dan menunjukkan cahaya mereka.
Tidak ada komentar