
JAYAPURA, 8 Desember 2025 — Di tengah semilir angin pesisir dan riak air yang tenang, suasana hangat dan penuh kasih menyelimuti Kampung Enggros, Distrik Abepura. Hari itu, bukan hanya semangat Natal yang hadir, tetapi juga harapan dan kepedulian yang nyata. Aipda Imron Kurniawan, Babinkamtibmas Kampung Enggros, bersama dua jurnalis Kota Jayapura, A. Buendi Ginting dan Robert Yewen, menggelar aksi berbagi bingkisan Natal untuk anak-anak yang tergabung dalam Perpustakaan Terapung —sebuah ruang belajar unik yang terapung di atas air.
Bingkisan yang dibagikan bukan sekadar hadiah. Di dalamnya terdapat susu, alat tulis, dan camilan—simbol kasih sayang dan perhatian bagi anak-anak yang tumbuh di tengah keterbatasan, namun tetap haus akan ilmu dan semangat belajar. Anak-anak menyambut dengan senyum lebar, mata berbinar, dan tawa riang yang memecah keheningan kampung nelayan itu.
Dalam keterangannya, Aipda Imron menjelaskan bahwa Perpustakaan Terapung bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Di atas perahu kayu yang disulap menjadi perpustakaan, anak-anak diajak mengenal huruf, berhitung, membaca cerita, hingga berdiskusi tentang cita-cita mereka.
“Kami ingin anak-anak di Kampung Enggros punya akses belajar yang menyenangkan. Perpustakaan ini terbuka setiap hari, dan kami mengajarkan pelajaran dari semua tingkatan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk masa depan mereka,” ujar Aipda Imron dengan penuh semangat.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para jurnalis yang telah ikut serta dalam kegiatan ini. Menurutnya, dukungan seperti alat tulis sangat berarti untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak. Ia berharap lebih banyak pihak tergerak untuk ikut berkontribusi.
Sementara itu, Robert Yewen, salah satu jurnalis yang turut hadir, menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan dan keterbatasan.
“Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak ini punya potensi besar, dan tugas kita adalah memastikan mereka punya kesempatan untuk berkembang,” ungkap Robert.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat Natal tidak hanya dirayakan dengan pesta dan perayaan, tetapi juga dengan aksi nyata yang menyentuh hati. Di Kampung Enggros, kasih itu hadir dalam bentuk sederhana: sebuah kado kecil, sebuah buku cerita, dan pelukan hangat dari mereka yang peduli.
Ketulusan dan kebersamaan menjadi inti dari kegiatan ini. Tidak ada panggung megah, tidak ada sorotan kamera besar. Hanya ada semangat untuk berbagi, untuk hadir, dan untuk menjadi bagian dari perubahan kecil yang berdampak besar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa meringankan beban dan membawa sukacita bagi anak-anak. Kolaborasi antara Pemuda, Polisi, dan Media seperti ini harus terus dijaga,” ujar Rudi Hartono Sihombing, Ketua KMB Kota Jayapura, yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Natal di Kampung Enggros tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tapi tentang harapan. Harapan bahwa setiap anak, tak peduli di mana mereka tinggal, berhak mendapatkan pendidikan, perhatian, dan kasih sayang. Dan hari itu, di atas air yang tenang, harapan itu berlayar bersama Perpustakaan Terapung.
Tidak ada komentar