
JAYAPURA – Ruas Jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena–Jayapura dilaporkan mengalami longsor di sejumlah titik pada Sabtu malam hingga Minggu (7–8 Februari). Akibatnya, akses utama penghubung Provinsi Papua dan Papua Pegunungan ini terputus total, bahkan sejumlah kendaraan dilaporkan terjebak di lokasi longsoran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jayapura–Wamena, Febryan Nurdiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi untuk penanganan sejak kejadian. “Kami masih melakukan inventarisir karena akses benar-benar terputus. Tim sudah dikirim ke lokasi dan diperkirakan sore ini titik-titik kerusakan bisa teridentifikasi,” ujarnya.
Selain memetakan kerusakan, tim juga fokus membantu para sopir yang terjebak. Longsor disebabkan curah hujan tinggi yang bukan hanya merusak badan jalan, tetapi juga menghanyutkan jembatan panel sementara di Kali Kil. “Stok jembatan panel ada di Wamena, sehingga penanganan akan segera dilakukan,” tambah Febryan.
Hingga kini jumlah kendaraan yang terjebak belum dapat dipastikan. Namun alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses dan mengevakuasi kendaraan di titik yang bisa dijangkau. Seorang sopir angkutan Trans Papua, Rudi mengungkapkan bahwa mungkin ada puluhan kenderaan yang terjebak di longsoran tersebut.
“Banyak kendaraan terjebak, kami berharap ada bantuan segera untuk mengeluarkan mobil dari lumpur longsoran.”
Peristiwa ini kembali menegaskan rentannya jalur vital Trans Papua terhadap bencana alam, sekaligus pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang lebih kokoh di wilayah pegunungan.
Tidak ada komentar