
JAYAPURA-Jalan Trans Papua Wamena-Jayapura terputus akibat longsor yang mengakibatkan puluhan truk terjebat dan tiga orang luka-luka. Data yang berhasil dihimpun hingga 9 Februari 2026 adapun kronologis longsor tersebut yakni
Sabtu, 7 Februari 2026:
Minggu, 8 Februari 2026:
Kejadian:
Longsoran terjadi saat rombongan parkir di area istirahat. Longsor menyebabkan pohon tumbang dan aliran air deras melintas di badan jalan, korban terseret arus ±10 meter. Korban dievakuasi ke arah Benawa, bertemu Tim HK di area Pisau Doser, lalu dibawa ke kecamatan terdekat untuk pertolongan pertama.
Kerugian:
Belum bisa diperiksa menyeluruh karena akses jalan baru dibuka sampai STA 23+800. STA di atas titik tersebut masih dalam proses pembukaan menuju arah Elelim.
PPK KPBU Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah mengatakan hujan intensitas tinggi berlangsung hingga Minggu dini hari, menyebabkan ketidakstabilan lereng.
Akibatnya, banyak pohon tumbang dan aliran air deras melintas di badan jalan. Tiga orang dari rombongan lajuran di turunan Kalikil terseret arus sejauh 10 meter. Satu korban mengalami patah tulang tangan kanan, sementara dua lainnya luka ringan. Mereka berhasil dievakuasi ke kecamatan terdekat untuk pertolongan pertama.
Data lapangan menunjukkan puluhan titik longsor antara STA 27+900 hingga STA 48+100. Sebagian besar ruas masih belum bisa dilewati, meski beberapa lokasi sudah dibersihkan dan akses sementara dibuka. Di titik Air Terjun (STA 42+900), pemasangan aramco darurat memungkinkan kendaraan melintas. Namun di Kali Jernih (STA 48+100), jalur air masih tertutup material longsoran.
Selain longsor, kerusakan parah juga terjadi pada infrastruktur penunjang. Jembatan Bailey hanyut terbawa arus, sementara beberapa aramco eksisting rusak berat tergerus banjir.
“Tim Kementerian PUPR bersama LMP Trans Papua terus melakukan pembersihan material, pemasangan sandbag, hingga mobilisasi jembatan darurat,”Jelasnya.
Situasi ini menegaskan rapuhnya akses vital Trans Papua terhadap cuaca ekstrem. Jalan yang menjadi nadi penghubung antarwilayah kini lumpuh di banyak titik. Upaya penanganan darurat masih berlangsung, dengan prioritas membuka jalur hingga Elelim agar distribusi bantuan dan mobilitas warga kembali normal.
Tidak ada komentar